Semangat Tinggi Mahasiswa Pendidikan Kimia UNESA di Hari Perdana Pelatihan K3 Laboratorium
Surabaya,
11 November 2025 — Hari pertama pelaksanaan Pelatihan dan Uji Kompetensi
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Laboratorium oleh Lembaga Sertifikasi
Profesi Industri Pupuk Indonesia (LSP IPI) berlangsung dengan penuh antusiasme
di Tempat Uji Kompetensi (TUK) Universitas Negeri Surabaya (UNESA).
Kegiatan
yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari (11–13 November 2025) ini diikuti
oleh 35 peserta, terdiri dari 20 laboran FMIPA dan 15 mahasiswa dari berbagai
program studi, yakni S2 Kimia, S1 Kimia, S1 Pendidikan Kimia, S1 Fisika, dan S1
Pendidikan Fisika. Mereka mengikuti kegiatan ini sebagai bentuk komitmen untuk
meningkatkan kompetensi profesional sekaligus memperkuat budaya keselamatan
kerja di laboratorium.
Hari
pertama difokuskan pada pembekalan teori dan pengenalan prinsip-prinsip dasar
K3 Laboratorium. Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dengan Sosialisasi
Sertifikasi Kompetensi Skema K3 oleh LSP IPI, yang memberikan penjelasan
tentang mekanisme asesmen, standar kompetensi nasional, serta pentingnya
sertifikasi bagi tenaga laboratorium dan calon pendidik sains.
Sesi
berikutnya menghadirkan Overview K3 di Laboratorium, yang membahas potensi
bahaya, pengelolaan risiko, dan pentingnya penerapan budaya keselamatan dalam
kegiatan praktikum dan penelitian. Setelah istirahat singkat, kegiatan
dilanjutkan dengan pembahasan Penerapan Peraturan dan Undang-Undang K3, yang
menekankan pentingnya tanggung jawab hukum serta penerapan standar keselamatan
di lingkungan akademik.
Usai
ISHOMA, sesi dilanjutkan dengan K3 di Area Kerja dan Peralatan K3, yang
menyoroti tata letak ruang kerja aman, penggunaan alat pelindung diri (APD),
serta pengenalan peralatan keselamatan seperti APAR, fire blanket, dan
emergency shower.
Pelatihan
ini dibimbing oleh pelatih dari PT Pelatihan Kerja Profesional Petrokimia
Gresik yang ditugaskan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Industri Pupuk
Indonesia (LSP IPI), yaitu Siswahyono, Gatot Santoso, Wahyudin, dan Isnaeni
Hidayati. Mereka berperan sebagai pelatih sekaligus pendamping asesmen yang
memastikan peserta memahami materi secara teoritis dan praktis.
Para
peserta, khususnya mahasiswa Pendidikan Kimia UNESA, mengaku merasa bangga
dapat mengikuti kegiatan ini. Selain menambah wawasan tentang keselamatan kerja
di laboratorium, pelatihan ini juga menjadi bekal penting untuk menghadapi
dunia kerja profesional yang menuntut keterampilan dan kesadaran tinggi
terhadap K3.
Secara
keseluruhan, pelaksanaan hari pertama berjalan tertib, interaktif, dan
inspiratif. Peserta menunjukkan semangat tinggi dalam setiap sesi, baik diskusi
maupun praktik. Kegiatan ini menjadi langkah awal yang penting dalam membentuk
tenaga laboratorium dan calon pendidik yang kompeten, profesional, dan
berbudaya keselamatan tinggi.