Langkah Awal Calon Guru Profesional: Kolaborasi Universitas Negeri Surabaya dan SMA Negeri 22 Surabaya Perkuat Implementasi SDGs 4
Kegiatan Pembukaan Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) di SMA Negeri 22 Surabaya berlangsung khidmat dan penuh antusiasme. Kegiatan ini menjadi tahap awal bagi mahasiswa kependidikan untuk memasuki ruang praktik nyata sebagai calon guru profesional, sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah mitra dalam mendukung implementasi SDGs 4: Quality Education (Pendidikan Berkualitas).
Acara pembukaan dilaksanakan di ruang pertemuan sekolah dan dihadiri langsung oleh Kepala SMA Negeri 22 Surabaya, Dosen Pendamping Lapangan, beserta jajaran wakil kepala sekolah dan guru pamong. Kehadiran unsur pimpinan sekolah menunjukkan komitmen kuat terhadap kemitraan strategis dengan Unesa dalam mencetak pendidik yang kompeten dan berintegritas.
Dosen Pendamping Lapangan (DPL) memberikan pengarahan kepada mahasiswa mengenai peran, tanggung jawab, serta etika profesional selama menjalani PLP. Dalam arahannya, mahasiswa diingatkan bahwa PLP bukan sekadar kewajiban kurikuler, tetapi proses pembentukan identitas profesional sebagai pendidik yang adaptif, reflektif, dan berorientasi pada mutu pembelajaran.
Mahasiswa peserta PLP berasal dari berbagai program studi kependidikan, yakni Pendidikan Kimia, Pendidikan Biologi, Pendidikan Bahasa Jerman, Pendidikan Ekonomi, dan Pendidikan Geografi. Keberagaman latar belakang akademik ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam proses pembelajaran di kelas maupun dalam penguatan budaya akademik sekolah.
Secara khusus, keterlibatan mahasiswa Pendidikan Kimia Unesa dalam PLP sejalan dengan visi program studi yang berorientasi pada pengembangan pendidik kimia yang profesional, inovatif, serta berlandaskan nilai-nilai akademik dan keberlanjutan. Implementasi PLP menjadi ruang aktualisasi kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian yang terintegrasi dengan penguasaan konsep kimia serta pembelajaran berbasis sains dan teknologi. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya mendukung pencapaian kompetensi lulusan, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan kimia di sekolah menengah.
Dalam sambutannya, Kepala SMA Negeri 22 Surabaya menyampaikan harapan agar mahasiswa mampu beradaptasi dengan kultur sekolah, menjaga kedisiplinan, serta membangun komunikasi yang baik dengan seluruh warga sekolah. Penekanan pada kolaborasi dan tanggung jawab profesional menjadi kunci agar kehadiran mahasiswa PLP benar-benar memberi dampak positif bagi siswa dan lingkungan sekolah.
Kegiatan ditutup dengan sesi perkenalan antara mahasiswa, guru pamong, dan dosen pendamping lapangan yang berlangsung hangat dan penuh semangat kolaboratif. Melalui pembukaan ini, diharapkan pelaksanaan PLP dapat berjalan optimal serta menjadi wahana strategis dalam mewujudkan pendidikan berkualitas yang inklusif dan berkelanjutan, selaras dengan agenda SDGs 4 dan komitmen institusional Unesa dalam mencetak calon guru profesional masa depan.