Praktik Pedagogis Pendekatan Pembelajaran Mendalam: Implementasi Model-Model Pembelajaran Inovatif
Penerapan
Pembelajaran Mendalam (PM) perlu melibatkan empat komponen penting yang saling
mendukung dan membentuk pengalaman belajar yang holistik bagi peserta didik.
Keempat komponen tersebut meliputi praktik pedagogis, lingkungan
pembelajaran, pemanfaatan teknologi digital, dan kemitraan.
Dalam
implementasi praktik pedagogis, guru dapat menerapkan berbagai model maupun
strategi pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran dan 8 dimensi Profil lulusan:
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME, Kewargaan, Penalaran Kritis, Kreativitas,
Kolaborasi, Kemandirian, Kesehatan, dan Komunikasi. Untuk mewujudkan
PM, guru perlu berfokus pada pengalaman belajar peserta didik yang autentik,
mengutamakan praktik nyata, serta mendorong pengembangan keterampilan berpikir
tingkat tinggi dan kolaborasi.
Bagaimana
sebaiknya praktik pedagogis dengan menggunakan pendekatan pembelajaran mendalam?
Pembelajaran
mendalam merupakan pendekatan yang menekankan pada pemahaman konseptual,
keterkaitan antarkonsep, dan kemampuan berpikir kritis siswa dalam memaknai
pengetahuan. Untuk mewujudkan pembelajaran seperti ini, dibutuhkan praktik
pedagogis yang tidak hanya mentransmisikan informasi, tetapi juga melibatkan
siswa secara aktif, reflektif, dan kontekstual dalam proses belajar.
Implementasi
pembelajaran mendalam dimulai dengan menciptakan situasi belajar yang menantang
dan relevan dengan menerapkan model-model pembelajaran yang inovatif yang
memfasilitasi pengembangan pemahaman peserta didik sekaligus pengembangan
delapan profil lulusan. Namun, sebelum memahami model-model pembelajaran yang
selaras dengan pendekatan deep learning, mari kita pahami dulu istilah
pendekatan, model, strategi, dan metode pembelejaran. Keempat istilah tersebut
sudah sering kita gunakan, tetapi sering kali masih sering tertukar antara yang
satu dengan yang lain.
Pendekatan
pembelajaran (learning approach) adalah sudut pandang atau cara berpikir
guru dalam memandang proses pembelajaran. Pendekatan ini menjadi dasar
dalam menentukan bagaimana materi pelajaran disampaikan dan bagaimana siswa
berinteraksi dalam pembelajaran. Contoh Pendekatan pembelajaran berpusat
pada siswa (student-centered), kontekstual, konstruktivis, scientifict
approach, STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics),
dan SETS (Science, Environment, Technology, and Society).
Sementara
itu model pembelajaran adalah kerangka atau pola umum yang menggambarkan
bagaimana sebuah pendekatan diterapkan dalam proses pembelajaran. Model lebih
operasional daripada pendekatan. Contoh model pembelajaran adalah model Pembelajaran
Langsung/Direct Intruction, model pembelajaran berbasis inkuiri, PBL, PjBL, dan
model pembelajaran kooperatif. Model pembelajaran memberikan gambaran
utuh dari awal hingga akhir proses pembelajaran, termasuk bagaimana materi
disajikan, bagaimana siswa berinteraksi, dan bagaimana evaluasi
dilakukan. Ciri khas dari model pembelajaran adalah memiliki sintak/fase
pembelajaran tertentu yang menjadi ciri dan pembeda dengan model pembelajaran
yang lain.
Selain
itu, ada juga istilah strategi pembelajaran. Strategi lebih spesifik
dibandingkan model, tetapi masih dalam level perencanaan. Strategi pembelajaran
adalah rencana tindakan yang prosedural, dan sistematis untuk mencapai tujuan
pembelajaran tertentu. Strategi pembelajaran lebih berfokus pada bagaimana
mencapai tujuan pembelajaran dengan cara yang paling efektif dan efisien. Dan
cara yang digunakan untuk mengimplementasikan kegiatan pembelajaran itulah yang
disebut dengan metode pembelajaran.
Misalnya
seorang guru menggunakan pendekatan konstruktivisme, dengan model pembelajaran
kooperatif yang terdiri atas (1) Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa, (2) Menyajikan
informasi, (3) Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar, (4) Membimbing
kelompok bekerja dan belajar, (5) Mengevaluasi, dan (6) Memberikan penghargaan.
Karena guru tersebut ingin agar peserta didiknya belajar dari teman sebayanya
agar lebihmemahami konsep materi, maka guru tersebut menggunakan strategi
JIGSAW. Adapun metode pembelajaran yang digunakan adalah ceramah, diskusi, dan
tanya jawab.
Model-model pembelajaran inovatif
Beberapa
model pembelajaran inovatif yang dapat diterapkan antara lain:
- Model
pembelajaran Berbasis Inkuiri (Inquiry-Based Learning)
- Model
pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning)
- Model
pembelajaran Berbasis Masalah (Problem-Based Learning)
- Model pembelajaran
Penemuan/Discovery Learning
- Model
pembelajaran Learning Cycle
- Model Pembelajaran
Kooperatif
Model-model
pembelajaran tersebut dirancang untuk mengembangkan kemampuan peserta didik
dalam memahami konsep secara mendalam, melatihkan keterampilan berpikir kritis,
komunikasi, memecahkan masalah secara kreatif, serta bekerja sama dalam konteks
dunia nyata. Berikut disajikan beberapa contoh sintak model belajar
|
Sintak/Fase
Model Pembelajaran |
|||
|
Learning Cycle 5E (Eisenkraft, 2003) |
Inquiry (NSTA, 2005) |
Problem-Based Learning (Arend, 2012) |
Project-Based Learning (Lucas, 2005) |
|
1.
Engage |
1.
Menyajikan fenomena
dan merumuskan masalah |
1.
Orientasi peserta
didik pada masalah |
1.
Menyiapkan penugasan
proyek |
|
2.
Explore |
2.
Merumuskan hipotesis |
2.
Mengorganisasikan
kegiatan pembelajaran |
2.
Menyusun perencanaan
dan langkah-langkah penyelesaian projek |
|
3.
Explain |
3.
Merencanakan
percobaan |
3.
Membimbing
penyelidikan/investigasi mandiri dan kelompok |
3.
Penyusunan jadwal
pelaksanaan projek |
|
4.
Elaborate |
4.
Mengumpulkan dan
menganalisis data |
4.
Mengembangkan dan
menyajikan hasil karya |
4.
Memonitoring
kegiatan dan perkembangan proyek |
|
5.
Evaluate |
5.
Menarik simpulan (menilai
hipotesis dan membuat generalisasi |
5.
Menganalisis dan mengevaluasi
proses penyelesaian masalah |
5.
Penyusunan laporan
dan presentasi/publikasi hasil projek.
|
|
|
|
|
6.
Evaluasi proses dan
hasil projek. |
Implementasi
praktik pedagis dalam pembelajaran mendalam
Contoh
keterkaitan Sintak dalam Model Pembelajaran dengan Pengalaman Belajar dalam Deep
Learning
Tujuan: mengembangkan pemikiran kritis, komunikasi, dan kolaborasi
|
Model
Learning Cycle |
Pendekatan
Deep Learning |
||
|
Sintak |
Pengalaman
belajar |
Contoh
kegiatan pembelajaran |
|
|
Engage |
|
· Menarik rasa ingin tahu peserta didik
dengan memberikan fenomena isu permasalahan nyata melalui video/ gambar/
berita/demonstrasi. · Memberikan pertanyaan yang memunculkan
konflik kognitif untuk menafsirkan hasil pengamatan. · Memberikan waktu khusus kepada peserta
didik untuk mengidentifikasi dan merumuskan beberapa rumusan masalah terkait
secara mandiri · Membimbing peserta didik untuk percaya diri
dalam berpikir dan berbagi hasil identifikasi isu permasalahan melalui
kegiatan diskusi untuk mengidentifikasi berbagai kemungkinan rumusan masalah yang
dapat dipecahkan dengan pemikiran terbuka. · Membimbing peserta didik untuk menganalisis
dan memilih satu rumusan masalah terkait konsep yang akan dipecahkan · Membimbing peserta didik dalam mengidentifikasi
dan menetapkan unsur-unsur yang diperlukan untuk membentuk hipotesis/klaim
terhadap isu permasalahan yang akan dipecahkan |
Pengalaman belajar: Memahami
Prinsip: Menggembirakan, Berkesadaran |
|
Explore |
· Merancang dan melaksanakan penyelidikan ilmiah · Mengembangkan keterampilan berpikir · Membandingkan, mengklarifikasi, analisis
kesalahan |
· Membimbing peserta didik untuk berkelompok
sesuai dengan rumusan masalah dan hipotesis/klaim yang telah dipilih · Membimbing mahasiswa melakukan diskusi
kelompok untuk mendiskusikan strategi pemecahan masalah yang mungkin dapat
digunakan untuk membuktikan kebenaran terhadap hipotesis/klaim yang telah
dirumuskan. · Membimbing mahasiswa mengambil keputusan
yaitu memilih satu alternatif solusi untuk memecahkan masalah secara analitis
dan sistematis · Membimbing peserta didik melakukan
eksplorasi untuk membuktikan dan menemukan kebenaran dengan menggunakan
strategi pemecahan masalah yang telah diputuskan. · Membimbing peserta didik mencari berbagai
informasi pendukung yang relevan serta dapat digunakan sebagai bukti dan atau
alasan yang masuk akal (logis) dan meyakinkan terhadap masalah yang akan
dipecahkan. · Mengingatkan peserta didik untuk selalu
terlibat aktif dan mengembangkan pemikirian kritis selama kegiatan eksplorasi
serta untuk selalu mencatat dan mendokumentasikan seluruh data/temuan (misalnya
menggunakan catatatan/jurnal, dokumen, foto, audio atau video). |
Pengalaman belajar: Menerapkan, Prinsip
Prinsip: Bermakna dan berkesadaran |
|
Explain |
· Menganalisis hasil
eksplorasi |
· Membimbing peserta didik untuk percaya diri
dalam berpikir dan berpikiran terbuka dalam kegiatan diskusi untuk
menginterpretasikan data temuan, menjelaskan, dan menganalisis hasil kegiatan
eksplorasi. · Membimbing peserta didik mempresentasikan
hasil analisis data/ temuan dan simpulan sementara · Membimbing peserta didik berbagi pendapat
antar kelompok dengan mengajukan pertanyaan, pendapat, saran ataupun kritik. · Membimbing peserta didik untuk mengambil
keputusan secara bijak dalam menilai hasil kesimpulan yaitu menolak atau
menerima hipotesis/klaim. |
Menerapkan, Prinsip Bermakna dan
berkesadaran |
|
Elaborate |
· Menerapkan apa yang telah dijelaskan · Mengaplikasi pengetahuan dan keterampilan
yang telah didapatkan |
· Memberikan kesempatan kepada peserta didik secara
mandiri untuk menerapkan pengetahuan dan mengembangkan pemikiran kritis
dengan mengerjakan beberapa latihan soal berpikir kritis · Mengingatkan peserta didik untuk berani
mengklarifikasi poin-poin tertentu dan menghubungkan pengetahuan dan
keterampilan sebelumnya dengan
pengetahuan ataupun situasi
permasalahan yang baru. · Memastikan argumen dan jawaban yang
diberikan peserta didik adalah benar dan sesuai dan memberikan umpan balik. |
Menerapkan, Prinsip Bermakna dan
berkesadaran |
|
Evaluate |
Melakukan penilaian, evaluasi,refleksi Menyimpulkan hasil |
· Membimbing peserta didik menyimpulkan hasil
pembelajaran · Membimbing peserta didik untuk melakukan
refleksi dan evaluasi diri terhadap pemahaman dan keterampilan yang telah
dilatih dan dikembangkan selama pembelajaran. · Menggunakan hasil refleksi dan evaluasi
untuk perbaikan pada proses pembelajaran berikutnya |
Merefleksikan, Prinsip berkesadaran |
Dengan menerapkan praktik pedagogis yang berpihak pada pembelajaran mendalam, diharapkan peserta didik tidak hanya menguasai materi pelajaran, tetapi juga mampu mengembangkan sikap kritis, kreatif, dan mandiri dalam menghadapi tantangan zaman. Guru menjadi fasilitator dan inspirator yang mendorong tumbuhnya rasa ingin tahu, semangat belajar sepanjang hayat, dan kecintaan terhadap pengetahuan.
UNDUH CAPAIAN PEMBELAJARAN DISINI
Baca juga Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam
Amiq Fikriyati
amiqfikriyati@unesa.ac.id
Stay tuned! untuk implementasi pembelajaran lainnya.