PLP Unesa di SMA Negeri 17 Surabaya Perkuat SDG 4: Sinergi Kampus dan Sekolah Wujudkan Pendidikan Berkualitas
Surabaya
— SMA Negeri 17 Surabaya secara resmi menyambut kehadiran mahasiswa Universitas
Negeri Surabaya (Unesa) dalam Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP).
Program ini akan berlangsung selama kurang lebih empat bulan, terhitung sejak 9
Februari hingga 19 Juni 2026. Kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari
implementasi kurikulum pendidikan tinggi, tetapi juga merefleksikan kontribusi
nyata terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development
Goals/SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 17 tentang
Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Kegiatan
PLP tersebut diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi kependidikan.
Di antaranya berasal dari Program Studi S1 Pendidikan Kimia, serta program
studi lain seperti Pendidikan Fisika, Pendidikan Geografi, dan Pendidikan
Ekonomi. Kehadiran para mahasiswa ini diharapkan dapat memberikan pengalaman
nyata dalam dunia persekolahan sekaligus mempererat sinergi antara Unesa dan
SMA Negeri 17 Surabaya. Program PLP menjadi momentum penting bagi mahasiswa
untuk mengembangkan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian
melalui keterlibatan langsung dalam aktivitas pendidikan di sekolah. Upaya ini
sejalan dengan komitmen peningkatan mutu pendidik sebagai bagian dari
pembangunan pendidikan yang inklusif, merata, dan berkelanjutan.
Acara penyambutan berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh Kepala SMA Negeri 17 Surabaya, jajaran wakil kepala sekolah, staf sekolah, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), serta 16 mahasiswa semester 6 dari berbagai program studi kependidikan. Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala SMA Negeri 17 Surabaya, Bapak Zaenal Arifin, S.Pd., M.Pd., yang menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kemitraan dengan Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Kemitraan ini menjadi wujud kolaborasi strategis antara perguruan tinggi dan sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di tingkat pendidikan menengah.
Dalam
sambutannya, beliau menegaskan harapan agar para mahasiswa PLP mampu
beradaptasi dengan lingkungan sekolah serta melaksanakan tugas secara
profesional. Pada kesempatan tersebut, profil SMA Negeri 17 Surabaya turut
diperkenalkan, menyoroti letaknya yang strategis di Kota Surabaya beserta
berbagai keunggulan yang menjadi daya tarik dan pembeda dibandingkan sekolah
lainnya. Lingkungan sekolah yang kondusif dan berorientasi pada mutu menjadi
ekosistem pendukung dalam menciptakan pembelajaran yang efektif dan
berkelanjutan.
Sambutan
selanjutnya disampaikan oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Unesa, Prof. Dr.
Mitarlis, S.Pd., M.Si. Beliau menyampaikan rasa terima kasih kepada para dosen
pamong atas amanah, bimbingan, dan kepercayaan yang diberikan dalam mendampingi
mahasiswa selama pelaksanaan PLP. Beliau juga menekankan pentingnya tanggung
jawab dan dedikasi mahasiswa dalam menjalani program selama empat bulan ke
depan. Prof. Mitarlis mengingatkan bahwa kedisiplinan mahasiswa perlu terus
ditingkatkan sebagai bagian dari upaya menjaga dan meningkatkan kualitas
pendidikan Unesa. Penegasan ini sekaligus menunjukkan bahwa peningkatan
kualitas calon guru merupakan investasi jangka panjang dalam mendukung target
SDG 4 terkait peningkatan kompetensi tenaga pendidik.
Usai
rangkaian sambutan, para mahasiswa PLP selanjutnya diarahkan untuk melakukan
koordinasi dengan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum serta guru pamong
sesuai dengan program studi masing-masing. Proses ini menjadi langkah awal
dalam menyusun pembagian tugas sekaligus memahami peran dan tanggung jawab
mahasiswa selama menjalani praktik di sekolah. Kolaborasi ini memperlihatkan
implementasi nyata prinsip kemitraan lintas institusi sebagaimana ditekankan
dalam SDG 17.
Khusus
mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia, pendampingan dilakukan oleh Ibu Linda
Wirianty, M.Pd. Dalam sesi koordinasi, mahasiswa memperoleh penjelasan mengenai
tanggung jawab di kelas, mulai dari keterlibatan dalam kegiatan pembelajaran,
pengelolaan kelas, hingga pendampingan peserta didik. Tahap ini menjadi fondasi
penting agar mahasiswa dapat menjalankan tugas secara terarah dan profesional,
sekaligus meningkatkan kapasitas mereka sebagai calon pendidik yang adaptif
terhadap tantangan pendidikan abad ke-21.
Sebagai penutup, kegiatan penyambutan resmi diakhiri dengan sesi perkenalan antar mahasiswa PLP yang bertujuan mempererat kebersamaan dan membangun komunikasi awal. Para mahasiswa juga melakukan observasi lingkungan SMA Negeri 17 Surabaya untuk mengenal lebih dekat situasi, budaya sekolah, serta fasilitas pendukung pembelajaran. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan semakin siap beradaptasi dan berkontribusi aktif dalam dinamika pendidikan di sekolah, serta menjadi bagian dari upaya kolektif mewujudkan pendidikan berkualitas yang berkelanjutan.