MBKM 2025, Gerbang Mahasiswa Kimia UNESA Menuju Dunia Profesional
Program Studi S-1 Pendidikan Kimia dan S-1 Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Surabaya (UNESA), telah melaksanakan kegiatan sosialisasi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Tahun 2025 pada tanggal 25 Mei 2025 di kampus UNESA. Kegiatan ini diikuti oleh dosen dan mahasiswa angkatan 2023 dengan tujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pelaksanaan serta berbagai peluang yang dapat dimanfaatkan melalui program MBKM.
Acara sosialisasi dibuka oleh Dr. Amaria, M.Si., selaku Koordinator Program Studi S-1 Kimia, yang menyampaikan betapa pentingnya bagi mahasiswa untuk memanfaatkan program MBKM sebagai sarana strategis dalam mengembangkan kompetensi di luar lingkungan kampus. Beliau menekankan bahwa MBKM merupakan kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk memperkaya pengalaman belajar yang nantinya akan sangat membantu dalam menghadapi dunia profesional.

Pada sesi pemaparan materi, Bapak Rusly Hidayah, S.Si., M.Pd., memaparkan kebijakan MBKM yang diterapkan di UNESA serta jenis-jenis kegiatan MBKM yang didukung oleh program studi. Beliau menjelaskan secara rinci mengenai alur dan mekanisme pengajuan MBKM di Program Studi Kimia dan Pendidikan Kimia UNESA, termasuk dukungan yang diberikan oleh program studi kepada mahasiswa selama proses tersebut. Selain itu, beliau juga menguraikan sistem konversi kegiatan MBKM ke dalam bentuk SKS, sehingga pengalaman belajar di luar kampus dapat diakui secara akademik.
Selanjutnya, Dr. Nofrion, M.Pd., membahas latar belakang program MBKM serta peran pentingnya sebagai jembatan yang menghubungkan mahasiswa dengan dunia kerja dan inovasi. Beliau menegaskan bahwa MBKM tidak hanya sebagai program formalitas, melainkan sebuah wadah strategis yang bertujuan menguatkan kompetensi mahasiswa agar lebih siap menghadapi tantangan dan peluang di dunia profesional.

Sementara itu, naras sumber lain Bapak Gani Purwiandono, S.Si., M.Sc., Ph.D., memberikan wawasan terkait berbagai tantangan yang mungkin muncul dalam pelaksanaan program MBKM, sekaligus memberikan strategi-strategi untuk menghadapinya. Beliau juga memberikan tips yang sangat berguna bagi mahasiswa dalam memilih kegiatan MBKM yang sesuai dengan minat dan kompetensi mereka, khususnya yang relevan dengan bidang kimia, sehingga pengalaman yang diperoleh bisa maksimal dan bermanfaat bagi pengembangan karier ke depan.
Sesi diskusi berlangsung dengan sangat aktif dan antusias. Para mahasiswa banyak mengajukan pertanyaan seputar prosedur pendaftaran, mekanisme konversi SKS, hingga aspek teknis pelaksanaan MBKM. Tidak hanya itu, sesi ini juga menjadi ajang berbagi pengalaman dari mahasiswa yang telah mengikuti program MBKM sebelumnya, sehingga peserta lain mendapatkan gambaran nyata mengenai manfaat sekaligus tantangan yang mungkin dihadapi saat mengikuti program ini.
Dengan terlaksananya sosialisasi ini, diharapkan mahasiswa Program Studi S-1 Pendidikan Kimia dan S-1 Kimia UNESA semakin termotivasi untuk berpartisipasi aktif dalam program MBKM. Dengan persiapan dan pemahaman yang baik, mahasiswa diharapkan dapat meraih pengalaman belajar yang bermakna di luar kampus, sekaligus memperkuat kompetensi dan kesiapan memasuki dunia profesional.