Survei Kepuasan Pelanggan S1-Pendidikan Kimia 2025
Setiap tahun, terdapat
peningkatan kebutuhan untuk meningkatkan kualitas pelayanan di Program Studi
Pendidikan Kimia FMIPA Universitas Negeri Surabaya. Oleh karena itu, survei
kepuasan dilaksanakan di lingkungan Program Studi Pendidikan Kimia FMIPA Universitas
Negeri Surabaya, khususnya terhadap mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan
sebagai responden. Tujuan dari survei ini adalah untuk memungkinkan Unit
Penjamin Mutu (UPM) Program Studi mengetahui aspek-aspek yang perlu
ditingkatkan dan dipertahankan dalam kualitas layanan, dengan harapan dapat
meningkatkan kesejahteraan masyarakat di lingkungan Program Studi Pendidikan
Kimia FMIPA Universitas Negeri Surabaya dari tahun ke tahun.
Hasil dari Survei Kepuasan
Pelanggan Program Studi S-1 Pendidikan Kimia FMIPA Unesa tahun 2025 telah
dilaksanakan menggunakan metode survei cross-sectional dengan menggunakan
instrumen angket di SSO Unesa, dan ini dilakukan oleh Lembaga Penjaminan Mutu
(LPM) Unesa. Survei ini bertujuan untuk mengidentifikasi area-area yang
memerlukan peningkatan serta mempertahankan kualitas layanan. Dengan adanya
data dari survei ini, diharapkan kesejahteraan masyarakat di lingkungan Program
Studi Pendidikan Kimia FMIPA Universitas Negeri Surabaya akan terus mengalami
peningkatan dari tahun ke tahun.
Survei kepuasan pelanggan adalah salah satu cara untuk mengukur seberapa baik layanan yang ditawarkan oleh Universitas Negeri Surabaya (Unesa), khususnya Prodi Pendidikan Kimia FMIPA memenuhi harapan dan kebutuhan pelanggan (mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan). Survei ini mengadopsi metode SERVQUAL dengan lima dimensi, yakni reliability, responsiveness, assurance, empathy, dan tangible. Survei ini menggunakan pendekatan cross-sectional di mana partisipan mengisi instrumen survei secara daring melalui Single Sign On Unesa. Sasaran dalam survei ini adalah dosen Unesa, khususnya di Pendidikan kimia FMIPA. Survei dilakukan pada akhir tahun 2025 dan sebanyak 17 dosen prodi Pendidikan kimia mengisi survei kepuasan. Metode Importance-Performance Analysis, Gap Analysis, Paired Difference Test, dan Tingkat Kepuasan Pengguna digunakan untuk menganalisis data.
Berdasarkan hasil analisis data dari survei kepuasan dosen Pendidikan kimia FMIPA tahun 2025 diperoleh hasil, yakni: (1) tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara Harapan (Importance) dan Kenyataan (Performance) berdasarkan hasil uji Wilcoxon signed rank test dengan tingkat kepercayaan 95% (Z = -,142, p = 0,887); (2) terdapat empat indikator yang harus menjadi prioritas utama dalam perbaikan mutu layanan berdasarkan hasil survei kepuasan dosen Pendidikan Kimia FMIPA Unesa tahun 2025, yaitu: (a) indicator P2 (reliability), yaitu Ketersediaan layanan dalam menunjang kegiatan tridarma Perguruan Tinggi. (b) indicator P4 (assurance): Pelayanan pimpinan dan atau penanggung jawab yang berwenang dalam menunjang keterlaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi. (c) indicator P5 (empathy): Layanan prima manajemen di PT dilakukan sesuai dengan prosedur. (d) indicator P19 (reliability): Konsistensi aturan pada pelaksanaan dan kegiatan monev penelitian serta PKM ; (3) perbedaan yang signifikan berdasarkan analisis Gap ditemukan minimal nilai -0,58 terdapat pada satu variabel indicator yaitu pada indicator P5 yaitu Layanan prima manajemen di PT dilakukan sesuai dengan prosedur.; serta (4) secara keseluruhan, tingkat kesesuaian antara Kenyataan dan Harapan yang dirasakan oleh para dosen Pendidikan kimia FMIPA Unesa, yaitu sebesar 90,611% atau masih memerlukan peningkatan kualitas layanan sesuai harapan para dosen Pendidikan kimia FMIPA Unesa.
Survei kepuasan pelanggan
adalah salah satu cara untuk mengukur seberapa baik layanan yang ditawarkan
oleh Universitas Negeri Surabaya (Unesa), khususnya Prodi Pendidikan Kimia
memenuhi harapan dan kebutuhan pelanggan (mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan).
Survei ini mengadopsi metode SERVQUAL dengan lima dimensi, yakni reliability,
responsiveness, assurance, empathy, dan tangible. Survei ini menggunakan
pendekatan cross-sectional di mana partisipan mengisi instrumen survei secara
daring melalui Single Sign On Unesa. Sasaran dalam survei ini adalah mahasiswa
Unesa, khususnya di Prodi Pendidikan Kimia. Survei dilakukan pada akhir tahun
2025 dan sebanyak 249 mahasiswa Pendidikan Kimia mengisi survei kepuasan.
Metode Importance-Performance Analysis, Gap Analysis, Paired Difference Test,
dan Tingkat Kepuasan Pengguna digunakan untuk menganalisis data.
Berdasarkan hasil analisis
data dari survei kepuasan mahasiswa tahun 2025 diperoleh hasil, yakni: (1)
terdapat perbedaan yang signifikan antara Harapan (Importance) dan Kenyataan
(Performance) berdasarkan hasil uji Wilcoxon signed rank test dengan tingkat
kepercayaan 95% (Z = -7,275, p = 0,00); (2) terdapat dua indikator yang harus
menjadi prioritas utama dalam perbaikan mutu layanan berdasarkan hasil survei
kepuasan mahasiswa Pendidikan Kimia Unesa tahun 2025, yaitu: (a) Kode P18
(Tangible) yaitu Ketersediaan dan kecukupan sarana dan prasarana akademis
(perpustakaan, pembelajaran/ laboratorium/ bengkel/ instalasi listrik/
internet, sistem informasi) dan Kode P22 (Empathy), yaitu kesediaan kepedulian
dosen, tenaga kependidikan, dan pengelola untuk memberi perhatian kepada
mahasiswa. (3) perbedaan yang signifikan berdasarkan analisis Gap ditemukan
nilai Gap negatif terbesar -0,17 terdapat pada dua variabel indicator yaitu P1
dan P18 (tangible) yaitu Ketersedian layanan akademik, administrasi dan layanan
kebutuhan informasi akademis dan non-akademis secara online (P1) dan
Ketersediaan dan kecukupan sarana dan prasarana akademis (perpustakaan,
pembelajaran/ laboratorium/ bengkel/ instalasi listrik/ internet, sistem
informasi) (P18). Masing-masing mempunyai nilai tingkat kesesuaian sebesar
95,3% dan 95,22%. ; serta (4) secara keseluruhan, tingkat kesesuaian antara
Kenyataan dan Harapan yang dirasakan oleh para mahasiswa FMIPA Unesa, yaitu
sebesar 96,639% atau masih memerlukan peningkatan kualitas layanan sesuai harapan
para mahasiswa FMIPA Unesa.