Inilah Capaian Pembelajaran Kimia Terbaru 2025
Berdasarkan
Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP)
Kemendikdasmen Nomor 046/H/KR/2025, Capaian Pembelajaran Kimia Fase F
dirancang untuk mengintegrasikan pemahaman konseptual dan keterampilan proses
ilmiah dalam satu kesatuan utuh. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip Pembelajaran
Mendalam (Deep Learning) yang menekankan keterkaitan antar konsep,
penerapan nyata dalam kehidupan, serta penguatan keterampilan berpikir kritis,
kreatif, dan kolaboratif.
Pembelajaran
Kimia tidak berhenti pada penguasaan konsep dan rumus secara mekanistik,
melainkan diarahkan untuk membangun pemahaman konseptual yang mendalam,
keterampilan berpikir kritis, serta kemampuan memecahkan masalah kompleks.
Pendekatan pembelajaran mendalam sangat relevan diterapkan pada mata pelajaran
Kimia karena mendorong peserta didik untuk mengeksplorasi keterkaitan antar
konsep, mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata, serta mengembangkan
pertanyaan reflektif yang memicu penalaran dan pengambilan keputusan berbasis
ilmiah.
Pada
jenjang SMA/MA/Program Paket C, Kimia diajarkan mulai kelas XI.
Penetapan ini mempertimbangkan kesiapan murid secara kognitif dan struktur
kurikulum. Ilmu Kimia memerlukan pemahaman konseptual yang kuat, penalaran
logis, dan keterampilan berpikir abstrak. Oleh karena itu, mata pelajaran ini
lebih tepat diberikan setelah murid menguasai dasar-dasar IPA umum di Fase D
(kelas VII–IX) dan Fase E (kelas X).
Memasuki
Fase F (kelas XI–XII), murid telah memiliki pondasi kognitif yang
memadai untuk mempelajari konsep-konsep kimia yang lebih kompleks. Pembelajaran
Kimia di fase ini mempersiapkan murid untuk studi lanjut sesuai minat, bakat,
dan rencana karir, khususnya di bidang saintek seperti kedokteran, teknik,
farmasi, pertanian, dan sains murni.
Model
pembelajaran Kimia pada Fase F tidak hanya fokus pada penguasaan konsep
teoritis, tetapi juga pemecahan masalah, eksperimen laboratorium, studi
kasus, dan proyek kontekstual. Pendekatan ini selaras dengan pembelajaran
mendalam yang menekankan pemikiran reflektif, keterkaitan antar konsep, dan
penerapan ilmu dalam kehidupan nyata.
Selain
penguasaan sains, mata pelajaran Kimia berperan strategis dalam mengembangkan Profil
Pelajar Pancasila, mencakup dimensi keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan
Yang Maha Esa, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi,
kemandirian, kesehatan, dan komunikasi. Oleh sebab itu, pendidik perlu
merancang pengalaman belajar yang informatif sekaligus transformatif,
mendorong murid untuk aktif dalam eksperimen, proyek berbasis masalah, diskusi
kontekstual, dan refleksi pembelajaran.
Tujuan
Mata Pelajaran Kimia Fase F
Mata
pelajaran Kimia Fase F bertujuan membekali peserta didik agar mampu:
- Membentuk sikap religius melalui
kesadaran akan keteraturan dan keindahan alam serta mengagungkan kebesaran
Tuhan Yang Maha Esa.
- Menumbuhkan sikap ilmiah yang bertanggung
jawab, termasuk rasa ingin tahu, integritas, kejujuran,
keadilan, saling menghormati, kesadaran akan potensi dan keterbatasan
diri, serta menjadi pembelajar sepanjang hayat.
- Memahami konsep-konsep dasar kimia secara
mendalam melalui keterampilan proses ilmiah dan
berpikir kritis, serta menerapkannya untuk menganalisis dan memecahkan
masalah, baik secara konseptual maupun praktis, dalam konteks kehidupan,
lingkungan, dan perkembangan teknologi.
- Mengembangkan keahlian investigasi ilmiah,
meliputi perumusan masalah, pengajuan dan pengujian hipotesis, perancangan
percobaan, pengumpulan dan analisis data, serta mengomunikasikan hasil
penyelidikan secara utuh dan sistematis.
Organisasi Mata Pelajaran Kimia Fase F
Mata
pelajaran Kimia fase F diorganisasikan ke dalam dua elemen utama:
- Pemahaman Kimia
Mencakup seluruh materi esensial: - Termokimia
- Struktur atom
- Ikatan kimia
- Bentuk molekul
- Gaya antar molekul
- Larutan
- Laju reaksi
- Kesetimbangan kimia
- Sel elektrokimia
- Senyawa karbon
- Makromolekul
- Keterampilan Proses, meliputi keseluruhan proses ilmiah dari mengamati fenomena hingga mengomunikasikan hasil penyelidikan. Elemen ini digunakan untuk memperoleh pemahaman kimia, sehingga keduanya disajikan secara terpadu dan tidak dipisahkan menjadi tujuan pembelajaran yang terpisah.
Capaian Pembelajaran Kimia Fase F
1.
Pemahaman Kimia
Peserta
didik di akhir Fase F diharapkan mampu:
- Menganalisis hubungan struktur atom dengan
sistem periodik unsur.
- Membandingkan jenis ikatan kimia, bentuk
molekul, dan gaya antar molekul untuk memprediksi sifat fisik materi.
- Mengaitkan perubahan entalpi standar
reaksi kimia dengan sumber energi di lingkungan sekitar.
- Menganalisis faktor-faktor yang
memengaruhi laju reaksi.
- Menganalisis kesetimbangan kimia dan
penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dan industri.
- Menjelaskan daya hantar listrik dan sifat
koligatif larutan.
- Menjelaskan prinsip kerja dan aplikasi sel
elektrokimia.
- Menjelaskan struktur, sifat, dan peran
senyawa karbon serta makromolekul.
2.
Keterampilan Proses
Peserta
didik mampu mengintegrasikan keterampilan proses ilmiah untuk memperdalam
pemahaman kimia, mencakup:
- Mengamati:
Mengamati fenomena ilmiah di kehidupan sehari-hari dan laboratorium,
mencatat hasil secara detail untuk memunculkan pertanyaan penelitian.
- Mempertanyakan & Memprediksi:
Merumuskan pertanyaan ilmiah tentang hubungan antar variabel dan
mengajukan hipotesis yang dapat diuji secara ilmiah.
- Merencanakan & Melakukan Penyelidikan:
Memilih metode yang tepat, mengendalikan variabel, dan memanfaatkan
teknologi digital untuk mengumpulkan data yang valid.
- Memproses & Menganalisis Data:
Menafsirkan data secara jujur, menganalisis pola dan inkonsistensi, serta
menarik kesimpulan berbasis bukti.
- Mengevaluasi & Refleksi:
Mengidentifikasi ketidakpastian, menilai validitas informasi, dan
memberikan usulan perbaikan metode.
- Mengomunikasikan Hasil: Menyampaikan
hasil penyelidikan secara sistematis, argumentatif, dan terbuka terhadap
masukan yang lebih relevan.
Capaian Pembelajaran Kimia Fase F dalam SK Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 memberikan arah yang jelas bagi pendidik dalam merancang pembelajaran yang tidak hanya menekankan penguasaan konsep, tetapi juga keterampilan ilmiah yang mendalam. Dengan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), peserta didik diharapkan mampu menghubungkan pengetahuan kimia dengan kehidupan nyata, berpikir kritis, berinovasi, dan berkolaborasi, sehingga siap menghadapi tantangan di dunia akademik, profesional, maupun kehidupan bermasyarakat.
Baca juga Praktik Pedagogis Pembelajaran Mendalam
Contributor: Amiq Fikriyati
Stay tuned! Perencanaan Pembelajaran Mendalam akan segera di rilis