Transformasi Kurikulum melalui Deep Learning: UNESA Hadirkan Dosen Praktisi yang Inspiratif
Surabaya, 22 Mei 2025 — Program Studi S1 Pendidikan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), mengadakan kuliah tamu bertema “Telaah Kurikulum: Penerapan Deep Learning di Sekolah” yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini menghadirkan Anim Hadi Susanto, M.Pd., seorang dosen praktisi yang dikenal luas atas kiprahnya dalam pengembangan pembelajaran berbasis teknologi dan inovasi kurikulum.
Dalam paparannya, Anim menyoroti
urgensi transformasi pendidikan di tengah dinamika global dan tantangan masa
depan, seperti bonus demografi 2035 dan Visi Indonesia Emas 2045. Ia memaparkan
bahwa berdasarkan hasil PISA 2018, kemampuan literasi, numerasi, dan
keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) siswa Indonesia masih tertinggal
dari negara lain. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya pembelajaran
mendalam atau deep learning sebagai pendekatan strategis untuk
meningkatkan mutu pendidikan nasional secara menyeluruh.
Pembelajaran mendalam
didefinisikan sebagai proses belajar yang berkesadaran, bermakna, dan
menggembirakan, serta melibatkan empat dimensi pengembangan diri secara
holistik: olah pikir (intelektual), olah hati (etika), olah rasa (estetika),
dan olah raga (kinestetik). Pendekatan ini tidak hanya fokus pada
penguasaan konten, tetapi juga pada penerapan pengetahuan dalam konteks nyata
dan refleksi terhadap proses belajar.
Berlandaskan filosofi Ki Hajar Dewantara dan K.H. Ahmad Dahlan serta teori konstruktivisme dan pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran mendalam diarahkan untuk membentuk profil lulusan dengan delapan dimensi kompetensi, antara lain penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, kemandirian, serta kesehatan fisik dan mental.

Selain menyampaikan kerangka
konseptual, Anim juga membahas praktik pedagogis dan peran guru dalam
pembelajaran mendalam. Guru dituntut untuk menjadi aktivator, kolaborator,
dan pembangun budaya belajar, serta memanfaatkan teknologi digital untuk
menciptakan pembelajaran yang kontekstual, interaktif, dan menyenangkan.
Dalam implementasinya,
pembelajaran mendalam memerlukan dukungan sistemik, termasuk pelatihan guru,
penyusunan buku ajar, penguatan kemitraan pembelajaran, serta alokasi waktu
khusus dalam kurikulum. Anim juga menekankan perlunya seleksi calon guru berbasis
kompetensi akademik dan nilai-nilai kebajikan sebagai langkah awal membangun
pendidikan masa depan yang inklusif dan bermakna.
Sebagai pendidik yang telah
menerima berbagai penghargaan, seperti Juara “Innovative Teachers Competition”
dari Microsoft Indonesia, peraih medali dari DEPDIKNAS, serta wakil Indonesia
dalam konferensi guru inovatif di Vietnam, Anim Hadi Susanto dinilai memiliki
kapasitas dan pengalaman yang menginspirasi bagi para calon guru.
Acara ini ditutup dengan sesi
diskusi interaktif yang memperlihatkan antusiasme tinggi dari peserta. Melalui
kuliah tamu ini, Program Studi Pendidikan Kimia UNESA kembali menunjukkan
komitmennya dalam mencetak calon pendidik yang adaptif, reflektif, dan inovatif,
serta siap menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21.