Adjunct Professor Deakin University Kupas Tuntas Pendekatan STEM
Unesa.ac.id, SURABAYA — Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), termasuk di dalamnya Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Negeri Surabaya (Unesa), kembali menyelenggarakan kuliah tamu yang mengangkat tema eksplorasi dan inovasi pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) dalam dunia pendidikan.
Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 26 Februari 2024, di Auditorium Lantai 3, Gedung D1 FMIPA Kampus Ketintang ini diikuti oleh ratusan mahasiswa dari jenjang S-1, S-2, hingga S-3. Acara ini menghadirkan Prof. Wanty Widjaja, Adjunct Professor dari Deakin University, Australia, yang juga menjabat sebagai Associate Head of School International and Engagement di School of Education, universitas tersebut.
Dalam kuliah bertema "Exploring Innovation in STEM: Opportunities and Challenges", Prof. Wanty memaparkan bahwa STEM bukan sekadar kurikulum formal, melainkan pendekatan pembelajaran terpadu yang menghilangkan batas-batas tradisional antar disiplin ilmu. STEM menggabungkan sains, teknologi, teknik, dan matematika dalam pengalaman belajar yang autentik, bermakna, dan relevan dengan kehidupan nyata.
Ia menekankan bahwa semua proses pembelajaran berbasis STEM memiliki tujuan utama: memberi siswa atau mahasiswa kesempatan untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah mereka pelajari secara terintegrasi. Salah satu contoh yang ia bagikan adalah hasil penelitiannya di sebuah SMA di Yogyakarta, di mana siswa merancang teknik penyaringan air. Dalam proyek tersebut, siswa menggabungkan konsep-konsep dari sains, matematika, dan rekayasa teknik.
“Dalam praktik pemurnian air itu, tidak hanya satu disiplin ilmu yang terlibat. Ada sains, ada matematika, dan juga proses desain dari engineering. Itulah esensi pendekatan STEM,” ungkap Prof. Wanty.
Ia juga menyoroti bahwa pendekatan STEM dapat diterapkan melalui berbagai model pembelajaran, tidak hanya Problem-Based Learning (PBL), tetapi juga Project-Based Learning (PjBL). Menurutnya, dalam praktik di lapangan, pendekatan ini fleksibel dan bisa disesuaikan dengan konteks lokal maupun kebutuhan siswa.

“Masalah dalam pembelajaran bisa dikategorikan menjadi dua: well-structured problems yang sudah jelas arahan dan informasinya, dan ill-structured problems yang justru membuka ruang bagi siswa untuk mencari, mengolah, dan menyusun solusi mereka sendiri. STEM sangat cocok digunakan dalam konteks masalah yang tidak terstruktur tersebut,” jelasnya.
Sementara itu, Prof. Rooselyna Ekawati, Ph.D., Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni FMIPA Unesa, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi internasionalisasi kampus dan peningkatan kualitas akademik. Kehadiran Adjunct Professor dari universitas terkemuka seperti Deakin University menjadi nilai tambah penting dalam pengembangan kurikulum, riset kolaboratif, serta peningkatan kapasitas dosen dan mahasiswa.
Deakin University sendiri dikenal sebagai institusi yang memiliki fokus kuat dalam pengembangan pendidikan STEM. Hasil riset dari kampus tersebut telah banyak dipublikasikan dalam jurnal-jurnal bereputasi dan diakui oleh para pakar di tingkat global.
Melalui kuliah tamu ini, FMIPA Unesa—khususnya Program Studi Pendidikan Kimia—berkomitmen untuk terus memperkuat kualitas pembelajaran berbasis pendekatan STEM serta menjalin kerja sama yang lebih luas dengan institusi internasional dalam rangka menjawab tantangan pendidikan abad ke-21.