Kabur Aja Dulu, Tapi Bukan Buat Liburan: Mahasiswa Kimia Mengajar Anak Migran di Malaysia
Setelah mengikuti program pertukaran pelajar di INTI International University, Fissilmi Kaaffah, mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Kimia Universitas Negeri Surabaya (Unesa), melanjutkan kegiatan MBKM dengan mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kemanusiaan di Malaysia. Kegiatan ini berlangsung selama hampir dua bulan, dari 18 November 2024 hingga 7 Januari 2025, dan menjadi pengalaman berharga sekaligus pembelajaran lapangan yang mendalam bagi Fissilmi.
Dalam program KKN ini, Fissilmi
ditempatkan di Sanggar Bimbingan At-Tanzil Serdang, sebuah lembaga pendidikan
non-formal yang berfokus memberikan akses belajar bagi anak-anak Pekerja Migran
Indonesia (PMI) yang menghadapi berbagai keterbatasan untuk mengenyam
pendidikan formal di Malaysia. Di tengah keterbatasan fasilitas dan sumber
daya, Fissilmi berperan aktif mengajarkan keterampilan dasar seperti membaca,
menulis, berhitung, dan mengaji. Selain itu, ia juga memperkenalkan budaya
Indonesia kepada anak-anak tersebut, yang sebagian besar lahir dan besar di
negeri jiran, sehingga membantu mereka menjaga jati diri dan rasa kebangsaan.
Metode pembelajaran yang digunakan Fissilmi sangat kreatif dan partisipatif, meliputi bermain sambil belajar, bercerita, dan penggunaan alat bantu visual. Cara ini bertujuan agar proses belajar tidak membosankan dan anak-anak dapat memahami materi dengan lebih mudah dan menyenangkan. Semangat belajar anak-anak yang tinggi meskipun banyak keterbatasan menjadi bukti kuat bahwa pendidikan merupakan kebutuhan dasar yang sangat mereka rindukan.

Keterlibatan Fissilmi dalam KKN Kemanusiaan ini menunjukkan komitmen program studi untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya menguasai ilmu kimia dan pedagogik secara profesional, tetapi juga memiliki karakter dan kepekaan sosial yang tinggi. Melalui program ini, mahasiswa didorong untuk aktif terlibat dalam pengabdian masyarakat dengan pendekatan edukatif dan humanis. Pengalaman Fissilmi mengajar anak-anak PMI di luar negeri menjadi wujud nyata dari misi tersebut, sekaligus menambah wawasan dan kesiapan sebagai pendidik yang adaptif dan peduli terhadap tantangan pendidikan di berbagai lingkungan, termasuk komunitas marginal dan internasional.
Selain meningkatkan kompetensi
akademik dan pedagogik, program ini juga memperkuat jiwa kemanusiaan dan rasa
empati mahasiswa. Fissilmi tidak hanya mengajar, tapi juga menjadi agen
perubahan sosial yang membawa nilai-nilai kepedulian dan solidaritas. Ia belajar
untuk lebih memahami kompleksitas masalah pendidikan yang dihadapi oleh
anak-anak pekerja migran dan berupaya memberikan solusi nyata melalui
pendidikan.
Pengalaman ini diharapkan dapat
menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain serta menjadi bukti bahwa Program Studi
Pendidikan Kimia Unesa tidak hanya mencetak tenaga pengajar yang andal, tapi
juga pendidik yang berkomitmen terhadap pengabdian masyarakat secara luas, baik
di tingkat lokal, nasional, maupun internasional