Prodi S1 Pendidikan Kimia UNESA Gelar Webinar Series #1: Hilirisasi Project-Based Inquiry Berbasis Etno-SSI melalui Inovasi Sensor Gas
Surabaya –
Program Studi S1 Pendidikan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan
Alam, Universitas Negeri Surabaya menyelenggarakan Webinar Series #1
bertema “Hilirisasi Pembelajaran Project-Based Inquiry Berbasis Etno-SSI
melalui Pengembangan Alat Sensor Gas untuk Uji Kualitas Kopi dan Rempah Lokal
Indonesia.” Kegiatan ini dilaksanakan secara luring pada Rabu, 17 Juni
2026, pukul 11.00–12.30 WIB di Ruang C5.01.08 Gedung Kimia UNESA.
Kegiatan
menghadirkan Prof. Dr. Sudarmin, M.Si. dari Universitas Negeri Semarang
(UNNES) sebagai narasumber. Prof. Sudarmin merupakan akademisi yang
memiliki kepakaran dalam bidang etnosains pada konteks pendidikan sains dan
kimia. Kehadiran narasumber memberikan kesempatan kepada dosen dan mahasiswa
untuk memperoleh wawasan mengenai integrasi kearifan lokal, isu sosiosaintifik
(Socio-Scientific Issues), pembelajaran berbasis inkuiri dan proyek,
serta teknologi dalam pengembangan inovasi pembelajaran kimia.
Dalam
pemaparannya, Prof. Sudarmin membahas bagaimana Project-Based Inquiry
berbasis Etno-SSI dapat dikembangkan tidak hanya sebagai pendekatan
pembelajaran di kelas, tetapi juga diarahkan pada kegiatan penelitian dan
hilirisasi produk yang memberikan dampak bagi masyarakat. Salah satu contoh
inovasi yang dibahas adalah pengembangan alat sensor gas untuk mengidentifikasi
karakteristik dan kualitas kopi serta rempah lokal Indonesia.
Pengembangan
sensor gas tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran kimia dapat mengintegrasikan
konsep-konsep sains dengan teknologi, rekayasa, pengolahan data, pemecahan
masalah, dan konteks budaya lokal. Pendekatan ini memberikan pengalaman
belajar yang kontekstual sekaligus membuka peluang bagi mahasiswa untuk
mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, pemecahan
masalah, dan kemampuan menghasilkan inovasi berbasis penelitian.
Melalui
perspektif Etno-SSI, potensi lokal seperti kopi dan rempah-rempah tidak hanya
digunakan sebagai konteks pembelajaran, tetapi dapat menjadi titik awal untuk
mengidentifikasi permasalahan autentik, melakukan penyelidikan ilmiah,
mengembangkan teknologi, serta menghasilkan produk inovatif yang memiliki
potensi untuk dihilirisasikan.
Kegiatan
berlangsung secara interaktif melalui pemaparan materi dan diskusi antara
narasumber dengan peserta. Berbagai isu terkait pengembangan pembelajaran
berbasis etnosains, implementasi Project-Based Inquiry, integrasi STEM,
pemanfaatan teknologi sensor, serta peluang pengembangan topik penelitian
mahasiswa turut menjadi bagian dari diskusi.
Penyelenggaraan
Webinar Series ini menjadi salah satu upaya Program Studi S1 Pendidikan Kimia
UNESA dalam memperkuat suasana akademik dan memperluas wawasan dosen serta
mahasiswa mengenai perkembangan mutakhir dalam pendidikan kimia. Kegiatan ini
juga mendukung pengembangan pembelajaran yang adaptif, inovatif,
kolaboratif, berbasis teknologi, serta relevan dengan keterampilan abad ke-21
dan kebutuhan masyarakat.
Selain
itu, kegiatan Webinar Series dirancang sebagai forum akademik berkelanjutan
yang menghadirkan akademisi, peneliti, dan praktisi untuk mendiseminasikan
perkembangan riset dan inovasi dalam bidang pendidikan kimia. Topik-topik yang
menjadi fokus kegiatan meliputi inovasi pembelajaran kimia, pembelajaran
berbasis ICT, keterampilan abad ke-21, asesmen pembelajaran kimia, STEM
Education, media pembelajaran berbasis ICT, multirepresentasi kimia,
pembelajaran yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals
(SDGs), serta edu-ecopreneurship.
Melalui penyelenggaraan Webinar Series #1, Program Studi S1 Pendidikan Kimia UNESA berharap dapat mendorong munculnya gagasan penelitian, pengembangan inovasi pembelajaran, dan kolaborasi akademik yang mampu menghubungkan pendidikan, penelitian, teknologi, potensi lokal, dan kebutuhan masyarakat. Kegiatan ini sekaligus memperkuat komitmen Program Studi S1 Pendidikan Kimia UNESA dalam menghasilkan inovasi pendidikan kimia yang berdampak dan berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan sains di Indonesia.