Penguatan Kompetensi Mahasiswa di Bidang Pendidikan, Prodi S1 Pendidikan Kimia, FMIPA, UNESA Gelar Kuliah Praktisi Manajemen Sekolah
Dalam
rangka meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap implementasi nyata manajemen
sekolah di dunia pendidikan, Program Studi S1 Pendidikan Kimia, Fakultas
Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Surabaya (UNESA)
menyelenggarakan kegiatan kuliah praktisi pada mata kuliah Manajemen Sekolah.
Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 25 April 2026 secara daring melalui
platform Zoom Meeting dan berlangsung dengan lancar serta penuh antusiasme dari
para peserta.
Kegiatan kuliah praktisi ini merupakan bagian dari pembelajaran wajib bagi mahasiswa yang memprogram mata kuliah Manajemen Sekolah. Selain itu, kegiatan ini juga terbuka secara gratis untuk umum, sehingga tidak hanya mahasiswa internal, tetapi juga peserta dari luar dapat mengikuti dan memperoleh manfaat dari kegiatan ini.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Master of Ceremony (MC) yang memandu jalannya acara secara tertib dan terstruktur. Seluruh peserta kemudian mengikuti rangkaian kegiatan awal dengan penuh khidmat, yaitu menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dilanjutkan dengan Mars Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Momen ini menjadi wujud penanaman nilai nasionalisme sekaligus memperkuat rasa kebersamaan sebagai bagian dari civitas akademika.
Memasuki
acara berikutnya, sambutan disampaikan oleh Koordinator Program Studi S1
Pendidikan Kimia, Prof. Dr. Utiya Azizah, M.Pd., yang sekaligus membuka
kegiatan secara resmi. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan
kuliah praktisi merupakan salah satu bentuk inovasi pembelajaran yang sangat
penting dalam dunia pendidikan tinggi. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak
hanya memperoleh teori di dalam kelas, tetapi juga mendapatkan wawasan langsung
dari praktisi yang telah berpengalaman di lapangan.
Beliau
juga menekankan bahwa kemampuan dalam manajemen sekolah merupakan salah satu
kompetensi penting yang harus dimiliki oleh calon pendidik. Oleh karena itu,
kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memahami
bagaimana konsep-konsep manajemen pendidikan diterapkan secara nyata dalam
pengelolaan sekolah.
Setelah
sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh
perwakilan mahasiswa. Doa tersebut dipanjatkan sebagai bentuk harapan agar
seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar serta memberikan
manfaat yang optimal bagi seluruh peserta.
Memasuki
inti acara, kegiatan dilanjutkan dengan sesi penyampaian materi oleh narasumber
yang dipandu oleh moderator. Moderator berperan penting dalam mengatur jalannya
diskusi agar tetap kondusif, terarah, dan interaktif. Dalam sesi ini,
narasumber menyampaikan materi secara komprehensif terkait manajemen sekolah,
mulai dari aspek perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, hingga evaluasi
dalam pengelolaan lembaga pendidikan.
Bapak
Gunadi, S.Pd., M.Si. memaparkan berbagai pengalaman nyata yang beliau hadapi
selama menjabat sebagai kepala sekolah. Materi yang disampaikan tidak hanya
bersifat teoritis, tetapi juga diperkaya dengan contoh-contoh konkret yang
terjadi di lingkungan sekolah. Beliau menjelaskan bagaimana strategi
kepemimpinan yang efektif, pengelolaan sumber daya manusia, serta pengambilan
keputusan yang tepat dapat berpengaruh terhadap kualitas pendidikan di suatu
sekolah.
Selain
itu, narasumber juga membahas berbagai tantangan yang dihadapi dalam manajemen
sekolah di era modern, seperti tuntutan digitalisasi, peningkatan mutu
pendidikan, serta pengelolaan administrasi yang semakin kompleks. Melalui
pemaparan tersebut, peserta mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai
dinamika yang terjadi di dunia pendidikan saat ini.
Penyampaian
materi berlangsung secara komunikatif dan interaktif, sehingga peserta dapat
dengan mudah memahami isi materi yang disampaikan. Hal ini sejalan dengan
tujuan utama kegiatan kuliah praktisi, yaitu menjembatani kesenjangan antara
teori yang dipelajari di bangku kuliah dengan praktik nyata di lapangan.
Setelah
sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Pada sesi
ini, peserta diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan secara langsung
kepada narasumber. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang
diajukan, yang mencakup berbagai aspek manajemen sekolah, mulai dari
kepemimpinan, pengelolaan tenaga pendidik, hingga strategi peningkatan mutu
pendidikan.
Diskusi
yang berlangsung secara aktif ini menunjukkan bahwa kegiatan kuliah praktisi
mampu mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis serta memperluas wawasan
mereka. Narasumber memberikan jawaban yang jelas, sistematis, dan berdasarkan
pengalaman nyata, sehingga memberikan pemahaman yang lebih mendalam bagi
peserta.
Sebagai
bentuk apresiasi atas kontribusi narasumber dalam kegiatan ini, panitia
menyelenggarakan sesi pemberian sertifikat kepada bapak Gunadi, S.Pd., M.Si.
Penyerahan sertifikat ini menjadi simbol penghargaan atas ilmu dan pengalaman
yang telah dibagikan kepada mahasiswa dan peserta yang hadir.
Kegiatan
kemudian ditutup secara resmi oleh MC dengan harapan bahwa seluruh rangkaian
acara dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan. Selain itu, diharapkan
kegiatan kuliah praktisi seperti ini dapat terus dilaksanakan sebagai bagian
dari upaya peningkatan kualitas pembelajaran di perguruan tinggi.
Melalui
kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh tambahan pengetahuan, tetapi
juga mendapatkan gambaran nyata mengenai dunia kerja di bidang pendidikan,
khususnya dalam manajemen sekolah. Kegiatan ini diharapkan mampu membekali
mahasiswa dengan kompetensi yang lebih komprehensif, baik dari segi
pengetahuan, keterampilan, maupun sikap profesional sebagai calon pendidik di
masa depan.
Melalui
kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh tambahan pengetahuan, tetapi
juga mendapatkan gambaran nyata mengenai dunia kerja di bidang pendidikan,
khususnya dalam manajemen sekolah. Kegiatan ini diharapkan mampu membekali
mahasiswa dengan kompetensi yang lebih komprehensif, baik dari segi
pengetahuan, keterampilan, maupun sikap profesional sebagai calon pendidik di
masa depan.