Mahasiswa Pendidikan Kimia UNESA Raih Juara III Esai Nasional melalui Gagasan Hybrid Ecotrap Berbasis IoT dan Energi Terbarukan
Mahasiswa Program Studi S1
Pendidikan Kimia, FMIPA Universitas Negeri Surabaya (UNESA), kembali menorehkan
prestasi di tingkat nasional. Nayla Rohmatul Maulidiyah (PKC 2024) dan Muhammad
Veto Nurdiyanto (PKA 2025) berhasil meraih Juara III Bidang Esai dalam Lomba
Karya Tulis Ilmiah Esai Nasional yang diselenggarakan oleh Formadiksi
Universitas Negeri Malang (UM).
Prestasi tersebut diraih
melalui karya esai berjudul “Hybrid Ecotrap: Integrasi IoT dan Energi
Terbarukan sebagai Solusi Smart Farming guna Mendukung Sistem Pangan
Berkelanjutan Menuju SDGs 2030.” Karya tersebut mengangkat gagasan
pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT) dan energi terbarukan dalam
pengembangan solusi smart farming yang bertujuan mendukung sistem
pangan yang lebih berkelanjutan.
Gagasan yang diangkat
menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam memadukan persoalan pertanian
berkelanjutan dengan perkembangan teknologi dan inovasi. Melalui pendekatan
tersebut, mahasiswa tidak hanya mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan
kreatif, tetapi juga belajar merancang gagasan yang responsif terhadap
tantangan lingkungan, ketahanan pangan, dan perkembangan teknologi.
Capaian ini selaras dengan
Visi Program Studi S1 Pendidikan Kimia, yaitu mengembangkan pendidikan dan
pembelajaran kimia yang adaptif, inovatif, dan kolaboratif dengan memanfaatkan
media, teknologi informasi dan komunikasi berbasis edu-ecopreneurship
untuk menghasilkan lulusan yang memiliki keterampilan abad ke-21 serta
memperoleh rekognisi internasional.
Gagasan Hybrid Ecotrap
merefleksikan semangat visi tersebut melalui integrasi inovasi teknologi,
pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, pemikiran solutif, serta
orientasi pada keberlanjutan. Proses pengembangan karya juga menjadi sarana
bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan abad ke-21, khususnya berpikir
kritis, kreativitas, komunikasi, pemecahan masalah, dan kolaborasi.
Dari perspektif
Sustainable Development Goals (SDGs), tema yang diangkat dalam esai ini
relevan dengan beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan. Pengembangan solusi
smart farming untuk mendukung sistem pangan berkelanjutan memiliki
keterkaitan dengan SDG 2 (Zero Hunger) melalui isu ketahanan dan keberlanjutan
sistem pangan; SDG 7 (Affordable and Clean Energy) melalui pemanfaatan energi
terbarukan; SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui
pengembangan inovasi berbasis teknologi; serta SDG 12 (Responsible Consumption
and Production) dan SDG 13 (Climate Action) dalam konteks keberlanjutan dan
respons terhadap tantangan lingkungan.
Dengan demikian, prestasi
ini tidak hanya menunjukkan keberhasilan mahasiswa dalam kompetisi karya tulis
ilmiah, tetapi juga mencerminkan upaya menghadirkan gagasan yang relevan dengan
tantangan pembangunan berkelanjutan menuju SDGs 2030.
Penghargaan tersebut
diserahkan pada 21 Agustus 2026. Capaian Nayla dan Veto sekaligus menambah
deretan prestasi mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Kimia, FMIPA UNESA, di
tingkat nasional.
Prestasi ini diharapkan
dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa Pendidikan Kimia UNESA untuk terus
mengembangkan gagasan inovatif, memanfaatkan teknologi secara kreatif, serta
menghasilkan karya yang mampu menjawab persoalan nyata di masyarakat. Semangat tersebut
menjadi bagian dari upaya Program Studi S1 Pendidikan Kimia dalam mencetak
lulusan yang adaptif, inovatif, kolaboratif, memiliki keterampilan abad
ke-21, serta mampu berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan.